Minggu, 28 Februari 2010

Kisah si MbaDak

Ada suatu masa, dimana pekerjaan gue ini memungkinkan boss gue 'semena-mena' mengirim gue ke seminar apapun juga. Entah gue ngerti ga ngerti ama topiknya: gue kudu brangkat!

Seminar kelautan?? Brangkat...
Seminar keperempuanan? kuduu..
Seminar gas bumi? hajarr,,,

Sampai suatu ketika, gue diundang ke 'seminar ketahanan pangan'. Ok, gue mencoba menenangkan diri. Gue cukup terhenyak dengan topik seminarnya. Boss gue ini paling pintar mencampakkan gue ke seminar dengan topik yang bagi gue sangat antah berantah. Mungkin dia pikir, tampang gue itu cocok untuk segala jenis permasalahan duniawi. Jadi dengan berpasrah sepenuhnya, gue mendaftarkan diri ke seminar itu.

Begitu liat jadwalnya, gue makin terhenyak. Kali ini sambil ternganga. Karena jadwalnya JAM 8 PAGI. Gue mencoba berpikir, berempati, tapi tetap saja gue ga menemukan alasan: KENAPA SEMINAR KETAHANAN PANGAN HARUS JAM 8 PAGI?

Dan benar saja, pagi itu gue berjalan lunglai ke tempat seminar. Perlu dicatat bahwa ketahanan pangan gue dalam kondisi kritis sekali, alias belum sarapan pagi. Tapi pikiran gue ga terfokus ke situ. Gue mulai panik karena gue telat setengah jam.

Malu dong..so pasti. Masa cantik2 bagini datang telat? Ntar disangka caper lagi.

Tapi tak disangka, tak dinyana, begitu gue membuka pintu ruang seminar, cuma ada 4 orang bapak-bapak berpakaian formal anteng duduk menikmati snacknya. Lalu seorang mbak-mbak panitia datang dengan muka merah-keunguan, meminta maaf sama gue:
"Maaf ya mbak..belum pada dateng nih.. kita tunggu setengah jam lagi ya.."

Gue hanya senyum angkuh. Awalnya gue yang merasa bersalah. Cuma sekarang gue yang menaikkan gengsi, menatap mbak-mbak panitia dengan tatapan hina.

Setengah jam, satu jam, sudah berlalu..

Ketahanan pangan gue diselamatkan dengan segelas air teh manis hangat. Snack-snack yang tersedia ga bisa gue telan. Kata orang, makan kue ketan-kelapa waktu laper sama aja nelen belati ke maag. Intinya, jangan deh..

Akhirnya, seminar ketahanan pangan dimulai jam 10.00. Kebetean gue udah memuncak di ubun-ubun, tapi terus turun lagi karena capek sendiri..

Gue mencoba menikmati seminar, sementara cacing-cacing di perut gue mulai caper. Dalam hati gue berbisik, "Sabar cing..sabar,,, abis ini kita makan enak. Ingat, ini seminar ketahanan pangan. Pasti dia akhir seminar kita bakal makan panganan yang enak! Mungkin ada bahan pangan inovasi terbaru disuguhkan buat kita.."
Cacing-cacing gue pun terdiam dan menelan ludah.

Jam 11.30
, masuklah seorang mbak-mbak..
Muka gue mulai mencibir, hidung mendengus, seraya berkata dalam hati: ih,,ga tau malu! udah mau bubar baru dateng...

Tapi karena gue berprinsip menghargai keanekaragaman hayati, gue bisa berhati besar untuk menerima mbak-mba telat itu.

jam 11.45
Tak disangka, tak dinyana.. Mbak-mbak telat itu ternyata punya gen BADAK ! Tanpa malu-malu dia mengangkat tangan, mau memberikan pendapatnya, disaat detik-detik terakhir kemerdekaan seluruh peserta rapat!

Cacing-cacing gue mulai spaning, bludreg, naek darah! Ga terima sama si mbadak ini.

Tapi lagi-lagi gue menyabarkan cacing-cacing gue,, Gue bilang: "Sabar cing..sabar.. mungkin pendapat mba badak itu penting dan sangat mendesak??"

Cacing-cacing gue agaknya baik dan rendah hati sehingga mereka mau bersabar.

"Menurut saya, krisis pangan sekarang ini karena ulah manusia," Mbak badak membuka pendapatnya.

Okay.. gue menahan napas, sembari berharap ide mbak itu cemerlang sangat.

"Kesalahan terbesar adalah, resto2 fasfood sering memberi takaran makanan berlebih. Sehingga banyak sekali makanan yang terbuang. Coba bayangkann, berapa banyak nasi putih, chicken wings, kentang goreng yang terbuang dalam satu hari?"

iiih... mana gue itungin!*murka*

"Nah, saya rasa, permasalahan besar inilah yang harus bersama2 kita atasi. Saya bercita-cita, tidak ada lagi sampah makanan di dunia ini."

THAT'S IT! Ini adalah puncak kebetean gue!

Maksudnya gimana sih si mbadak itu? Apa kita harus dipaksa makan semua makanan yang ada? Kalo muntah gimana hayoo? Arrghhh.... ga penting abis! Ide yang sungguh ga penting di jam menjelang cacing-cacing gue collapse!

Atau mungkin maksudnya...dia mau daur ulang makanan kali yaa? Dari sisa2 chicken wings dijadiin topping pizza .. Atau sisa nasi dijadiin bahan es cendol?

Ahhh whatever!

Singkat kata, singkat cerita, siang itu, gue pulang dengan perut kosong dan kepala penuh (karena ga habis pikir dengan ide dan kelakuan mbak tadi)

what a day,,!

Moral lesson:
1. Ajak teman kalo pergi ke seminar yang topiknya diluar kebiasaan otak untuk mencerna
2. Sarapan pagi or die

Selasa, 15 September 2009

Tips Agar Aman Dan Selamat Selama Mudik!

Musim mudik telah tiba..diiringi dengan pulangnya beberapa teman asrama kantor gue. Satu per satu menenteng ransel keluar dari asrama dengan muka sumeringah, membayangkan bertemu sang pacar nun jauh di sana.

Gue?

Jangan ditanya. Gue masih berdiri tegar di tengah kantor yang hampir kosong. Beberapa hari yang lalu, sebuah pengumuman cadas dilayangkan dari bagian personalia. Intinya, bagi yang non muslim, libur cuma pas tanggal merah aja.

Sempat terpikir ide licik tapi dangkal, yaitu mencari beberapa spidol warna merah dan mewarnai semua kalender kantor biar merahnya banyakan. Tapi sayang, abang warung sebelah udah keburu mudik. Jadi ga bisa pinjem spidol merahnya. (catet: pinjem, ga beli)

anyways..
Kemaren gue baru balik dari Aceh. Terbesit sebuah ide di kepala imut gue, bahwa gue harus bawa pulang oleh-oleh dari Aceh. Berhubung gue orang Jakarta dan akan mudik ke jakarta pula, so.. oleh-oleh yang gue bawa seharusnya dari luar Jakarta dong..

Pucuk dicinta si ulam tiba. Nggak tanggung-tanggung, kali ini gue dibawain satu loyang bika ambon. Whaaat? Bika ambon, bukan BIKA ACEH. Lalu ada juga yang berbaik hati ngebeliin gue jeruk bali. Yup, jeruk bali, bukan JERUK ACEH.

Jeruknya bukan satu dua biji, tapi enam biji, dengan berat masing-masing satu kilo. Alamaaakkk berat badan gue aja ga nyampe 45 kg. Tapi demi membahagiakan bonyok di rumah, sekaligus nyogok mereka, gue angkut tuh jeruk-jerukk!

Selain bika ambon dan jeruk bali, ada juga yang menitipkan makanan buat anaknya-yang kebetulan temen gue- yang kost di Jakarta, berupa sekantong emping.

EMPING??? iya emping, bukan empeng!

Si emping ini cuma dibawain sebungkus kecil. Cuma kan, ga mungkin gw taro di bagasi dong.. bisa-bisa sampe Jakarta bentuknya udah jadi serbuk emping.

Haishhh ada-ada aja..

Begitulah nyokap-nyokap dimana-mana saja sama. Baik, tapi lebay..
Emangnya kaga ada emping apa di Jakarta? Apa emping sono beda sama emping Jakarta?
Setau gue..asal muasal emping tuh justru dari Condet-Jakarta ya?

Bahh.. lagi-lagi gue membawa barang non-label ACEH.

Satu-satunya barang yang ada embel-embelnya Aceh yang gue bawa hari itu adalah air minum gelas bermerk 'RENCONG"..Rasanya? Ya sama aja kayak minum air putih biasa. Cuma merk-nya itu loh..yang bikin kita kalo minum kebayang muka Teuku Umar..atau paling nggak Teuku Ryan.

Nah..oleh-oleh gue di atas ternyata berguna banget buat gue nyogok bonyok gue. Maklum, akhir minggu ini gue bakal mudik ke kampung halaman di Jakarta, dengan kereta jabotabek yang ongkosnya cuma Rp.1000,-

Agar liburan di rumah atau kampung halaman lebih aman dan selamat, ada beberapa tips yang mungkin berguna (terutama bagi yang j0mbl0):

1. Hindarilahh..menjaulahhh..sedapat mungkin dari topik-topik yang mengarah ke pertanyaan: kapan kawin??
Eng ing enggg... males kan?

2. H-5 mudik, pastikan beberapa makakan sogokan sudah sampai ke rumah. Ini berguna agar bonyok lupa dengan pertanyaan nomor satu di atas.

3. Bawalah DVD dengan judul-judul kesukaan bokap nyokap, agar mereka sibuk nonton dan lupa dengan pertanyaan di atas.

4. Jangan lupa, bantu nyokap bersih-bersih rumah, agar nyokap nggak tega menanyakan pertayaan nomor satu tadi.

5. Kalo sampe keempat tips di atas nggak berhasil... Jawablah pertanyaan tersebut dengan penuh ketenangan, seakan-akan di kepala kita sudah ada rencana matang.

Demikian tips dari saia...

Selamat Mudik! Semoga 'selamat' ;)

Sabtu, 04 Oktober 2008

Diary Ajaib

Jadi ada cerita ajaib nih.. Ceritanya waktu tahun 2003, pesawat ruang angkasa yang namanya Columbia gagal memasuki atmosfir dan meledak..(hiks..janda-janda bertambah..) tujuh orang crew-nya ikut tewas! Bayangkan.. tewas di angkasa antah berantah! Mbledos duorr.. ancur berkeping-keping..!

Nah.. tiba-tiba, dua bulan kemudian, NASA menemukan ada sebuah buku diary dekat Texas, yang ternyata diary miliknya Ilan Ramos, salah satu crew yang tewas. Diary itu entah kenapa bisa selamat dari hawa panas saat pesawat meledak, hawa dingin atmosfir, dan rayap-rayap di tanah tempat diary itu ditemukan. Jadi ceritanya diary itu jatuh dari langit.

Diary itu dikembaliin ke istrinya Ilan Ramos. Berkat diary itu, istrinya bisa membaca tutur perasaan sang astronot saat di luar angkasa. So sweet.. Yah memang ada bagian-bagian yang udah nggak kebaca. Secara kalo buku kebanjiran aja bentuknya udah ga jelas, nah apalagi diary ini terjun dari atmosfir!

Istri sang astronot berbaik hati memberikan beberapa lembar diary tersebut, yang tentu aja isinya nggak terlalu pribadi amat, untuk dipamerkan bulan ini di museum di Israel. FYI, makan waktu lebih dari 4 tahun untuk merestorasi diary tersebut biar tetap kebaca.

Ada sebuah pertanyaan yang mengganggu gue setelah membaca berita itu hari ini di Yahoo News: KENAPA DIARY DARI LUAR ANGKASA AJA BISA DITEMUKAN KEMBALI DENGAN SELAMAT, FOSIL RIBUAN TAHUN AJA BISA DITEMUKAN, TAPI KENAPA HAPE GUE TETEP NGGAK KETEMU MESKI HILANGNYA DI AREAL KANTOR SENDIRI??

moral lesson: yah...bener kata orang-orang tua, kalo emang jodoh, nggak bakal kemana-mana..

Selasa, 30 September 2008

Dan Kuberuntung Sempat Memilikimu....

Kalo hape lo pernah ilang... gw rasa lagu ini cocok jd soundtrack hidup elo..
Judulnya "Sempat Memiliki"--yg dibawakan dengan manis sama Yovie & The Nuno

begini liriknya..

Mengapa kita bertemu
Bila akhirnya dipisahkan
Mengapa kita berjumpa
Tapi akhirnya dijauhkan

--huhuhuhu... sedih! sedih! sakit...sakit..


Bintang di langit nan indah
Di manakah cinta yang dulu
Masihkah aku di sana
Di relung hati dan mimpimu
Andaikan engkau di sini
Andaikan tetap denganku


--huhuhuhuhu..andai aja hape itu ada di sini...gue pasti bahagia!

Aku hancur ku terluka
--BENER BANGET! Gue terluka nih..

Namun engkaulah nafasku
---SETUJU BANGET! hape itu ibarat nafas sekaligus beha gue!


Bukan di benakmu lagi
Dan kuberuntung
Sempat memilikimu

-HUHUHUHUHU...(tangisan makin menggelegarrr..)

Bintang di langit nan indah
Di manakah HAPE yang dulu
Masihkah HAPE di sana
Di relung hati dan GENGGAMANKU
Andaikan HAPE di sini
Andaikan tetap denganku


Engkau mengatakan
Merindukan diriku lagi
Ingin kusampaikan
Ku tak hanya sekedar itu…
Wouwoo… Wouowoo…
-Betul sekalii... gw bukan sekedar kangen sama hape gue. Tp gue juga pengen banget sms, nelp, liat foto, denger musik, dan ngintip catatan piutang gue..HUHUHUHU

SEKALI LAGI kita nyanyikan bersama2..dengan penuh penghayatan...terutama bagi yang pernah hilang HANDPHONE..

Aku hancur ku terluka
Namun engkaulah nafasku
Kau HAPE-KU meski KAMU
Bukan di GENGGAMKU lagi
Dan kuberuntung
Sempat memilikimu…
*

*Kalimat ini dinyanyikan dengan penuh perasaan dan penghayatan

sekian dan terima kasih..uhuk uhuk..srroooott..!
(keterangan: batuk dan pilek)

Balada Hape Menghilang

Baru-baru ini hape gw MENGHILANG. Hati gue langsung sedih, hancur, remuk berantakan. Bayangkan aja, buat beli hape itu gue nabung dua taon lamanya. Belum lagi di dalam hape itu banyak hal yang gue suka. Mulai dari foto-foto sampai lagu-lagu.. trus nomor2 telepon yang arrrgghhhskla@##%^!!!!#%^&*@@!!!!!

Foto yang ada di dalem situ foto-foto unik. Nggak ada satu pun foto gue mejeng. Karena kebetulan gue bukan orang narsis.Ada salah satu foto favorit gue yaitu foto poster iklan jual laptop. Tapi tulisannya : DIJUAL LEPTOP seharga 1 juta rupiah.

Nah, gue tuh mengoleksi foto-foto unik kayak gitu.. Pokoknya remuk deh, hati gue.

Kalau mau diuraikan perasaan gue, berikut ini TAHAP-TAHAP PENERIMAAN DIRI TERHADAP HANDPHONE YANG HILANG:

1. Fase Alert - Panik
Pada tahap ini, korban baru sadar hapenya hilang. Setelah itu alarm di otak langsung berbunyi keras kayak alarm kebakaran. "OIIII ADA HAPE ILANGGG!!"

2. Fase Denial
Pada fase ini korban berusaha menyangkal dan 'berpikir positif' kalo hape itu sebenarnya ga hilang. Mungkin keselip, atau mungkin diumpetin temen..

Nah dalam kasus gw, gue cukup lama berada pada fase denial ini. Secara, gue tuh sering banget jadi korban penyanderaan hape secara sepihak dan semena-mena. Jadi, selama dua hari ini gue terus berpikir dan berpikir.. berharap dan berharap..seraya berdoa (sungguhan!) agar Nokia 6300 gue bisa kembali.

Tapi sampe detik ini, NIHIL.

3. Fase Penerimaan Diri
Pada fase ini, korban merasa pasrah, karena 75% kemungkinannya hape hilang beneran!

4. Fase Aktivasi
Nah.. pada fase ini si korban mulai mengambil langkah-langkah aktif dalam menyelamatkan hidup yang hampa selama beberapa hari karena ketiadaan hape. Singkat cerita, korban mulai mencari hape baru.

Sampe saat ini gue masih dalam tahap denial kayaknya. Gue setiap pagi berharap ada temen gue yang ngembaliin hape. Dan setiap detik gue berusaha merangkai setiap puzzle memory gue, sehingga gue bisa menemukan missing link pada peristiwa hape gue hilang.

Kalo ampe bener hape gue disandera ARRGGHHHHHH!!!
gue MURKA deh!
M U R K A!!

Kalo orang itu cowo, gue SUNAT, kalo cewek gue BEJEK!
kalo bencong, gue ANULIR. Maksudnya ga gue apa-apain gitu..

Wahaii Hape Nokia 6300... cepatlah kembali! Hidupku hambar tanpamu..

Wahaii yang nyembunyiin hape.. janganlah takut dengan gertakan gue. Percayalah, gue nggak bakal melakukan aksi keji. Gue malah berterima kasih dikembaliin hapenya.

hiks..hiks.. hiks..

Rabu, 17 September 2008

Sendal Jepit Ijo

Ada sahabat dekat gue yang baru aja menikah.
*sigh*

Beberapa kawan-kawan lama gue TERNYATA juga udah menikah.
*melotot*

Lalu pertanyaan itu datang menyembul di kepala imut gue:
KOK BISA YA MEREKA NIKAH?

Maksud gue, gimana caranya mereka milih 'the right person' alias orang yang pas! Orang yang cespleng! Orang yang ciamik! Orang yang yess! Orang yang ho-oh! Orang yang....(..tarik napas..buang..)..e..v..e..r..y..t..h..i..n..g.. . . .

Maksud gue lagi, lahh gue aja mikir beli sendal jepit aja lama! Lahh ini milih pasangan hidup boo!

Jadi ceritanya, waktu itu gue datang ke sebuah supermarket. Tiba-tiba cliing.. gue melihat sendal jepit cantik warna ijo seger dengan jepitan kaki yang transparan! perlu diketahui khalayak ramai, ijo itu warna favorit gue.

Singkat cerita, gue ambil dan gue lihat harganya. Aha! Pas sama kantong! Lalu gue tanya sama temen gue, bagus nggak? Dia bilang bagus juga, tapi yang abu-abu juga keren. Nah, mulai bingung gue. Dia sendiri milih yang coklat. Trus gue liat yang warna ungu. Emm..ungu bagus juga.

Lalu gue bingung deh, antara abu-abu, ijo, ato ungu. Untuk menutupi 'muka tolol' supaya ga keliatan publik bahwa gue lagi mikir:. . . abu-abu-ijo-ungu? . . . abu-abu-ijo-ungu? abu-abu-ijo-ungu? Gue muterin rak-rak di supermarket.

Sampe pada suatu titik gue kembali ke sendal yang gue cinta dari pandangan pertama: si sendal ijo.

NAhhh... dalam kehidupan ini, gampangkah menemukan 'sendal ijo' itu? Buat yang nggak terbiasa dengan bahasa puitis dan maksud-maksud terselubung, begini pertanyaannya. Gampang ga sih memenumkan 'orang yang tepat'?

Gue ga tau dan ga ngerti, gimana caranya temen-temen, kawan-kawan, dan sahabat-sahabat gue memutuskan 'sendal ijo' yang paling pas buat dipilih dalam hidup mereka.

Apakah mereka juga bingung?
Apakah mereka juga tanya-tanya?
Apakah mereka juga muterin supermarket sambil mikir?

Ah.. sinting juga kalo diinget-inget. Gelo abis.. Buat apa gitu loh, beli sendal aja sampe mumet mikirnya. Pake muter-muter supermarket segala. Untung muterin supermarket ga pake bayar. Kalo ga, bahh.. bokek gue! >.<

Kemumetan pikiran gue ini baru berhenti saat gue pake 'hati'. Gue mencoba merasakan, sendal jepit mana sih yang sebenarnya paling gue suka?

Gue rasa, it should be that way..

'Mutusin segala sesuatu ga cuma dipikir, tapi dirasain pake hati..'

*sigh*

Milih sendal jepit aja pake hati, apalagi milih suami ya?


Mumpung gue belum harus memilih dan BELUM MAU memilih, maka sekarang gue bebas melirik. Termasuk melirik sendal jepit mana pun di dunia ini. Kalo gue suka, gue ambil, tapi bayar dulu di kasir. Kalo ga, gue bisa masuk koran kriminal, headlinesnya:
CEWEK CANTIK, MASUK SUPERMARKET, NILEP SENDAL JEPIT

Ogah ah beken keq gitu!

Senin, 15 September 2008

Gara-gara Naek Pisang

Badan gue sekarang masih pegel ga kira2 akibat komplikasi urat kusut. Bayangin aja, gimana ga mau kusut, duduk di mobil ampir 4 jam dari Labuan ke Jakarta. Labuan itu suatu tempat deket Pantai Carita, Jawa Barat, sono.

Trus pas siang sebelum balik ke Jakarta, gue sukses jungkir balik di atas Banana Boat yang ditarik sama Speed Boat. Seluruh otot di badan gue berusaha keras untuk pegangan dan ga jatoh. Apa daya, dengan bobot badan seadanya, mustahil gue menghindar dari tamparan ombak.

Nah kekusutan otot gue ini ternyata berakibat cukup fatal. Sekarang kalo jalan rasanya ga bisa rapet. Paha sebelah kiri agak kepelintir. Dan jadilah gue sedikt ngengkang kalo jalan.

Ah perempuan macam apa gue? Sungguh tidak terpuji!

Ini gara-gara naek banana nih..! Tapi untung ga naek Durian Boat. Duduknya gimana coba?

Tukang sewa banananya ternyata berprofesi ganda sebagai tukang tipu juga. Masa temen gue ampe bayar 200 ribu buat satu banana. Isinya 5 orang. Pas gue pulang, temen gue yang laen bilang, 2 minggu lalu di ke pantai yang sama dan naek Banana itu juga, cuma bayar 15 ribu! Maennya lama lagi.. ga kayak kita, cuma 15 menit.

Hmm.. 15 menit aja udah bikin urat gue semerawut. Kalo sampe satu jam, gue bisa di-opname deh!

Selasa, 02 September 2008

Siti Noerbaia Return

Dari zaman ke zaman, ada hal-hal yang ga berubah. Misalnya, lobang hidung tetap aja dua dan perjodohan tetap aja ada! Dua hal yang beda jauh emang, dan ga nyambung, cuma benar adanya.

Gue lagi lumayan murka niy.. Pasal muasalnya, ada gadis usia 14 taon kawin sama pemuda-karatan-napsu besar yang umurnya 36 taon. Ngujubileeeehh... Gimana ga murka? Jadi gini, gadis berusia 14 taon itu sekolah di 'sekolah terbuka' yang gue kelola. Ga ada angin, ga ada banjir, tiba-tiba gadis itu ga sekolah 2 hari. Mulailah temen-temen gue yang bekerja as staff di sono menyelediki. Ternyata... mereka malah diundang ke pesta pernikahannya.

Ngujubusyeettt... Anak masih ijo yang lagi demen-demennya belajar gitu malah dikawinin! Terenyuh ga sih loe??

Katanya sigh, si pemuda yang ga tau malu ini 'Sarjana Hukum'. LOhh kok guoblok kayak gitu sih, ngawinin gadis di bawah umur?

Katanya juga, si pemuda bangkotan ini berjanji mau nyekolahin adik-adik 'korban' ini. YEAH RIGHT...JIDAT LOE BULAT!

Cari kek, perawan tua dari mana gitu, buat dikawinin. Kalo nggak, kebo betina mana gitu, yang asik diajak kawin. Yang pantes aja deh.. Masa gadis cilik dikawinin?


Untung gue ga dateng pas kawinannya! Kalo ga, bakal gue ketapel jidat si pemuda bangkotan itu sama batu kali paling gede yang bisa gue angkut! Gue tembak-tembakin mukanya pake pistol aer biar besok dia pilek seminggu!

heggghhhh...


ciatttt! cat cat cat cat!
gue cincang-cincang bulu kakinya!
trus..gue lempar ke kolam ikan!

*udah ah, cape ngomel!*

Sabtu, 23 Agustus 2008

Tiga Tipe Cowok Berdasarkan Gaya Menyetir Motor

Ada pepatah keren dari ilmuan maha pinter bernama Einstein. Kata doski (cieh, 'doski'. Jadul abis bahasanya!)

..."hidup itu seperti mengendarai sepeda. Supaya kita nggak jatoh, satu-satunya cara adalah terus maju!"

ah!

Jadi jelek ya diterjemahin?

Versi aslinya begini:
"Life is like riding a bicycle. To keep your balance you must keep moving foward" ~Albert Einstein

Nah, topik berikut hanya sedikit korelasinya sama kutipan di atas. (Mau protes? Ayo adu tinju pake buku hidung!) Gue melakukan penelitian, pengamatan, dan penyederhanaan masalah. Begini, gue kan hobi nebeng motor orang. Alasannya sederhana aja, yaitu demi penghematan ongkos, keselamatan jiwa, dan membantu pengurangan polusi udara di Jakarta. Maka gue punya banyak sekali pengalaman dibonceng motor orang.

Lalu gue menemukan, ternyata ada korelasi antara "Gaya Menyetir Motor" sama "Sifat Cowok". Berdasarkan penelitian gue, ada beberapa tipe cowo berdasarkan gaya menyetirnya.

1. Si Napsu Besar Tenaga Kurang


Nah cowo tipe ini biasanya napsu banget liat lampu kuning. Doski bakal ngegas sekeceng-kencengnya supaya bisa lolos lampu merah, sampe bunyi Ciiiitttttt.....

Sesuai dengan julukannya, yaitu 'Napsu Besar Tenaga Kurang', biasanya doski malah ga bisa ngelewatin lampu merah. Akibatnya, doski harus ngeremmmm sejadi-jadinya! Korbannya adalah orang yang di belakang, alias GUE yang maha ceking. Untung gue pegangan belakang, kalo ga udah terbang nyangkut di lampu merah!

Biasanya dalam keadaan begitu gw cuma bisa nyumpah-nyumpah dalam hati: Kuya batok kadal melet! Pake mata ga sih kalo nyetir?? Untung jantung gue asli! Kalo ga udah mental ke knalpot sebelah!

2. Si Preman Kampung


Nah dia biasanya kalo nyetir bukan sekedar nyetir, tapi cari musuh. Emosinya langsung mendidih seketika, waktu ada motor yang nyalip dia seenaknya. Apalagi kalo pas diselip, di gas segala. Wah, amarahnya makin kumat aja tuh!

Tanpa pikir panjang dan pikir ke belakang lagi (bahwa di belakangnya ada gadis manis sedang nebeng), dia langsung nyusul orang yang nantangin itu. Waktu udah kesusul, biasanya dia bales ngegas, atau sok-sok melotot. Kalo lagi kebelet banget pengen marah, dia berhentiin motor dan cekcok ga penting sebentar. Gue langsung berusaha menyabarkan Si Preman Kampung ini. "Udah deh.. Catet no Hpnya aja dulu. Berantemnya lanjut nanti aja pas udah nganter gue!" kekekekeke...

3. Si Gentlemen


Nah ini tipe yang paling menyenangkan nih. Ciri-cirinya, sebelum kita -para cewek- menghamburkan pantat ke jok belakang, dia pasti bukain dulu injekan kakinya. Kalo pas kita ga pake jaket, dia pasti pengen minjemin. Kalo seandainya di perjalanan lama, dia pasti nawarin minum es kelapa atau teh botol. Lalu, kalo sampe di jalan nyasar, maka kita -sekali lagi para cewek- ga usah ikutan panik karena dia pasti inisiatif tanya ke orang tanpa misuh2. Gayanya cool aja gitu loh... meski nyasar.

Sementara 3 tipe ini dulu. Silakan bagi yang pacarnya masih naek motor dicocokan kira-kira cowoknya tipe yang mana.. Kalo udah ga seneng sama motor pacarnya, diputusin juga boleh..
;p

Rabu, 06 Agustus 2008

Kehilangan Kambing Pake Guling

Gue lagi laper, makanya gue ngeblog!

Jadi hari ini ceritanya, bos gue ultah. Di kantin disediain kambing pake guling. Nah, gue adalah satu-satunya makhluk yang 'kurang cerdas', yang bisa-bisanya lupa jam makan malam. Di saat temen-temen gue menggerogoti kambing pake guling, gue lagi melototin majalah-majalah impor. Pokoknya kalo udah megang majalah, panca indera gue tiba-tiba autis.

Gue baru sadar bahwa jam makan malem lewat, setelah perut mulai membentuk orkes dangdut di dalem. OMG! Jam 9 gitu... Kantin dah tutup. Dan gue harus spent extra money buat membeli makanan..aarrrghhh!

*dasar kurang cerdas!*

Lagi laper gini, gue jadi inget rumah. Nah perlu dijelaskan bagi khalayak ramai bahwa gue tuh sekarang tinggal di asrama kantor. Jam makan terbatas. Gue ga bisa seenaknya masuk dapur dan cari makan. Kalo kelewatan jam makan.. ya merana deh kayak gini.

Kalo gue di rumah.. wah enak banget!

Pertama, ada nyokap dan pembokat gue.. yang langsung 'alert' kalo gue mau makan. Kalo gue teriak 'duh laper yaa...?' Mereka langsung tanya, 'emang kamu mau makan apa?' Ya maklum, bobot gue kan kurang dari setengah kuintal. Jadi mereka nggak akan membiarkan bobot gue makin menyusut.

Kedua, rumah gue tuh di daerah Kota alias china town gitu deh. Biar kata orang kampungan, udik, norak, ga keren, semerawut... tapi daerah itu tuh surganya makanan enak! Di daerah itu ibaratnya 'Festival Makanan Enak' berlangsung setiap hari!

I'm not saying chinese food only yaa...

Tukang makanan yang lewat aja banyak banget. Misalnya nih,,

pempek
bakso ( ini tukang makanan yang paling banyak di Indonesia menurut gue. kenapa ya?)
mie tek-tek
es krim
usus dan ayang goreng
tongseng
kue putu
sate
ketoprak (ini makanan favorit gue! Bersama ketoprak gue tumbuh besar seperti sekarang. Gue udah jadi 'member' ketoprak-lovers sejak harganya Rp.500,- per bungkus sampe sekarang harganya Rp. 7500. Penjualnya sama loh,,,)
ayam kalasan! (iya loh, dijual keliling gitu!)

Belum lagi warung-warung alias resto kecil yang menunya lebih banyak..

aaaah asik poll deh.. kalo lagi laper, tapi di rumah.

Nah, kalo di asrama gue sekarang, pilihan makanan di kala laper cuma dua: sate ayam atau nasgor.

ahh I really miss my home..

*sigh*

Sekian dulu, gue harus menyelamatkan lambung gue secepatnya!